Astana Gede Kawali

Di posting oleh abah enji kawali pada 01:24 AM, 11-May-13

MALURUH NASKAH SUNDA
KUNO ASTANA GEDE
KAWALI
Kawali tidak akan menjadi
tempat penting dalam sejarah
sunda jika di tempat ini tidak
terdapat peninggalan sejarah
yang sudah diakui
keabsahannya. Baik sumber
primer seperti prasasti dari
abad 14 M yang terdapat di
Astana Gede, maupun sumber
sekunder lainnya berupa
catatan atau naskah yang
ditulis dengan cara ditoreh
atau digores dalam daun lontar
atau nipah dengan
menggunakan peso pengot.
Kegiatan menulis dengan
menggunakan daun lontar dan
pisau pengot rupanya sudah
menjadi budaya pada waktu
untuk melahirkan karya-karya
sastra sunda buhun. Umumnya
naskah yang ditulis di dalam
lontar, bahasa maupun
aksaranya, lebih muda usianya
dari inskripsi (Kata-kata yang
diukir pada batu, monument
dsb.Red) yang tercatat pada
batu tulis yang menggunakan
hurup Pallawa dengan bahasa
Sansekerta dan Sunda kuno.
Menurut para peneliti naskah
Sunda seperti Prof.Dr. Edi S.
Ekadjati, Drs. Undang A.Darsa
dan Mamat Ruhimat S.S.
sebetulnya keberadaan naskah
sunda diperkirakan jumlahnya
cukup banyak, lebih dari 2000
naskah yang tersebar menjadi
koleksi lembaga penyimpanan
naskah di dalam maupun di
luar negeri. Sebagian lagi
terdapat di perorangan.
Sebagian besar naskah-naskah
tersebut usianya lebih muda
dan terbuat dari bahan seperti
janur, daun enau, pandan,
daluang maupun dari kertas
Belanda. Dengan jenis aksara
Arab, Carakan, Pegon, dan
Latin. Sedangkan bahasanya
menggunakan Bahasa Arab,
Jawa Tengahan, Sunda Baru,
Melayu dan Belanda.
Sedangkan jumlah naskah
kuno yang ditulis diatas daun
lontar kurang lebih berjumlah
100 naskah dan hampir 80 %
belum tersentuh oleh peneliti
(Filolog). Dan naskah-naskah
sunda kuna yang ditulis dalam
lontar tersebut merupakan
naskah yang memiliki tingkat
kesulitan paling tinggi karena
factor bahasa dan aksaranya
yang menggunakan bahasa
Sunda kuno dan Jawa Kuno
karena lebih dari 250 tahun
kedua bahasa dan aksara
tersebut tidak dipergunakan
lagi oleh masyarakat sunda.
Disamping itu pemilik
perorangan naskah sunda kuno
umumnya masih ketakutan
untuk menyetorkan naskah
tersebut ke pemerintah
dikarenakan sebagai
peninggalan leluhurnya harus
dipusti-pusti sebaik-baiknya
tanpa pernah membuka atau
mempelajari isi teksnya.
Padahal naskah-naskah
tersebut sangat penting untuk
diteliti dan disebarkan kepada
masyarakat, sebagai bukti
adanya tingkat peradaban
sunda di masa silam yang
tertuang dalam isinya, baik itu
berupa hasil pemikiran
maupun referensi sejarah
yang tercatat.
Naskah-Naskan Kuno yang
berhasil ditemukan di Kawali
dan kini disimpan di Bagian
Naskah Perpustakaan
Nasional dengan menggunakan
no kode kropak. Dan yang
sudah di terjemahkan serta
diberi judul diantaranya ialah
Carita Parahyangan
(kropak406), Sang Sewaka
Darma (kropak 408), Sunan
Gunung Jati (kropak 420),
Naskah yang berisi teks
campuran atau Gemenged
(kropak 421), Naskah Jatiraga
(kropak422) dan Darmajati
(kropak 23). Sedangkan yang
belum teridentifikasi adalah
naskah kropak 407, Kropak
409, kropak 411, Kropak 412,
Kropak 413, Kropak 414, dan
Kropak 415.
Semua naskah kuno tersebut
ditulis antara tahun 1099 M
sampai tahun 1579 M yaitu
maswa sebelum pra Islam.
Dalam naskah Carita
Parahyangan tertulis
candrasangkala ekadasi
suklapaksa wesakamasa 1591
ikang sakakala atau sekitar 6
Mei 1979 M yang merupakan
masa setelah Pajajaran Sirna
Ing Bumi. Sedangkan naskah
Sewaka Darma tertulis
candrasangkala nanu namas
haba jaja atau sekitar tahun
1099 M. Khusus mengenai
Naskah Sunan Gunung Jati
ternyata isinya bukanlah
menceritakan tentang pendiri
kerajaan Islam di Cirebon
yang bernama Syarif
Hidayatullah (Sunan Gunung
Jati). Kandungan teksnya sama
sekali tidak mengemukakan
tentang ajaran Islam
sedikitpun melainkan
membahas tentang pengaruh
ajaran Hindu-Budha . Nama
Gunung Jati ternyata merujuk
pada nama lokasi tempat
kedudukan Bungawari di alam
kahyangan.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar